PUMPING TEST (UJI PEMOMPAAN)

Pumping Test adalah metode pengukuran debit air dan penurunan muka air tanah (drawdown) yang dilakukan dengan cara memompa air dari sumur uji pada debit tertentu dalam durasi waktu tertentu.

Secara sederhana, ini adalah “uji stres” pada akuifer (lapisan tanah pembawa air). Kita mengambil air (memberi stres) dan mengamati bagaimana akuifer tersebut bereaksi: seberapa cepat air turun dan seberapa cepat ia kembali pulih.

TUJUAN UTAMA PUMPING TEST

Tujuan teknis dari pumping test adalah untuk mendapatkan parameter hidrolika akuifer dan kinerja sumur. Parameter ini biasanya dinyatakan dalam simbol matematis:

MANFAAT PUMPING TEST

JENIS DAN TAHAPAN PENGUJIAN

Dalam satu rangkaian Pumping Test yang lengkap, biasanya terdapat tiga jenis pengujian yang dilakukan secara berurutan:

Step-Drawdown Test (Uji Bertahap)

Constant Rate Test (Uji Debit Konstan)

Recovery Test (Uji Kambuh/Pemulihan)

  • Metode: Memompa air dengan debit yang dinaikkan secara bertahap (misalnya 3 hingga 4 tahap). Setiap tahap biasanya berlangsung 1-2 jam.
  • Tujuan: Menentukan efisiensi sumur dan debit maksimum yang aman.
  • Metode: Memompa air dengan satu debit tetap (stabil) dalam waktu lama (biasanya 24 jam, 48 jam, atau 72 jam tanpa henti).
  • Tujuan: Menentukan sifat fisik akuifer (T, K, dan S) serta luas radius pengaruh.
  • Metode: Mematikan pompa setelah Constant Rate Test selesai, lalu mengukur kenaikan kembali muka air tanah menuju posisi semula.
  • Tujuan: Memverifikasi data dari uji debit konstan. Data ini seringkali lebih akurat karena tidak dipengaruhi oleh turbulensi pompa.

PUMPING TEST WORKFLOW

Tahap I 

Persiapan ( Pre-Test)

1. Instalasi Peralatan:

  • Memasang pompa submersible.
  • Memasang alat ukur debit (Flow meter atau V-Notch).
  • Memasang alat ukur muka air (Water Level Meter manual atau Automatic Water Level Logger).

2. Uji Coba (Trial): 

  • Menyalakan pompa sebentar untuk memastikan semua alat berfungsi dan air mengalir lancar.

3. Pengukuran Awal:

  • Mengukur Muka Air Tanah Awal (Static Water Level / SWL) sebelum ada pemompaan.

Tahap II

Pelaksaan Step-Drawdown Test

  1. Menentukan 3-4 variasi debit
  2. Menjalankan tahap I, mencatat penurunan air
  3. Lanjut ke tahap II (menaikkan debit) tanpa mematikan pompa.

Tahap III

Pelaksanaan Constant Rate Test (Long Term)

1. Menentukan satu debit (biasanya 2/3 dari debit maksimum hasil Step Test).

3. Mencatat penurunan muka air (Dynamic Water Level) pada interval waktu logaritmik.

2. Menyalakan pompa dan jaga debit agar tetap stabil

4. Proses Berlangsung Selama waktu yang telah di sepakati.

Tahap IV

Pelaksanaan Recovery Test

  1. Mengukur kenaikan muka air dengan interval waktu yang sama ketatnya seperti awal pemompaan.
  2. Pengukuran selesai jika muka air sudah kembali ke posisi Static Water Level (SWL) atau minimal sudah pulih 90%.

 

Tahap V

Analisis dan Pelaporan

  • Data lapangan kemudian diolah menggunakan metode hidrolika seperti Metode Theis atau Cooper Jacob.

Segera Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran Pumping Test terbaik, aman dan pastinya terjangkau untuk melancarkan Proses Pengeboran Sumur Anda.